Dari Gotong Royong hingga Pali-Pali: Harmoni Nilai Budaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bilateral
Jakarta, 25 Juli 2025 — Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, volume perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai USD 20,09 miliar, meningkat sebesar 9,8% dalam lima tahun terakhir. Selain itu, Korea Selatan juga tercatat sebagai salah satu dari 7 besar negara investor asing di Indonesia, dengan total nilai investasi hampir USD 3 miliar selama tahun lalu.
Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan kerja sama strategis dan keselarasan visi ekonomi antara kedua negara, termasuk perluasan akses pasar dan kolaborasi lintas sektor.
“Di Indonesia, kami percaya pada prinsip Gotong Royong — bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. Di Korea, dikenal prinsip Pali-pali — semangat untuk bergerak cepat dan efisien. Perpaduan dari dua nilai ini menjanjikan hasil nyata yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Cecep Herawan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan.
“Saya percaya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk membangun fondasi hubungan masa depan Indonesia–Korea dan melampauinya,” tambah Gandi Sulistiyanto, Chairman GK Group sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Korea Selatan periode 2021–2023.
Seiring semakin eratnya sinergi antara Indonesia dan Korea Selatan, berbagai peluang baru di bidang perdagangan, investasi, dan inovasi diharapkan dapat terus terbuka sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi kedua negara serta kawasan.



