GK Group Menggelar Acara Macroeconomic & Sector Outlook 2025-2026

Jakarta, 28 Oktober 2025 – Dalam rangka menyambut Planning Cycle 2026, GK Group menggelar acara Macroeconomic & Sector Outlook 2025–2026 sebagai bagian dari upaya strategis perusahaan dalam merancang arah bisnis yang adaptif dan berkelanjutan.
Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, Djap Tet Fa, CEO PT Astra Agro Lestari Tbk, dan David Arie Santoso, Head of Research STAR Asset Management, yang membagikan pandangan strategis mengenai kondisi makroekonomi dan prospek sektor unggulan Indonesia. Melalui sesi ini juga, para leader GK Group diberikan beberapa insight khususnya proyeksi pada sektor atau pilar yang ada di GK Group untuk tahun depan sehingga semakin matang dalam menyusun strategi, mengatur anggaran, serta merancang perencanaan bisnis 2026
Diawali dengan arahan strategis dari Gandi Sulistiyanto, Chairman GK Group, menegaskan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan. “Setiap makhluk hidup harus siap dengan perubahan. Begitupun kita. Jika bisnis hanya memikirkan masa kini, maka ke depan perusahaan bisa jadi hanya tinggal nama saja. Karena itu, strategi masa depan harus direncanakan dari sekarang,” ujarnya.
Djap Tet Fa menyoroti prospek positif industri minyak nabati global yang menghadapi defisit pasokan besar pada 2050. Menurutnya, minyak sawit tetap menjadi minyak nabati paling efisien dengan produktivitas tinggi dan biaya rendah, menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dunia. Namun, ia menegaskan bahwa keberlanjutan harus berjalan seiring dengan produktivitas melalui penerapan teknologi, riset, dan digitalisasi perkebunan.
“Masa depan Industri sawit bukan hanya soal ekspansi lahan, tetapi tentang meningkatkan hasil dan efisiensi melalui inovasi dan keberlanjutan,” ujar Djap Tet Fa.
Sementara itu, David Arie Santoso menyoroti soal optimisme terhadap pemulihan ekonomi Indonesia yang didukung pelonggaran suku bunga, akselerasi belanja fiskal, dan inflasi stabil di 2,5%. Industri minyak nabati global pun menunjukkan tren permintaan yang terus meningkat, diproyeksikan mencapai 365 juta ton pada 2050, sementara produksi hanya sekitar 223 juta ton, menciptakan defisit besar.
Acara ini menjadi momentum bagi para pemimpin GK Group untuk menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi menuju 2026, memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan kontribusi positif bagi karyawan, mitra, dan masyarakat.










